Pemberdayaan Masyarakat Untuk Peningkatan Ketahanan Pangan Keluarga: Kasus Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Di Kota Padang
DOI:
https://doi.org/10.31849/mw09mj65Keywords:
Ketahanan Pangan, Pemberdayaan, Pekarangan PanganAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis proses pemberdayaan masyarakat yang dilakukan melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Padang dan Menganalisa dampak program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kota Padang. Analisis yang digunakan adalah aeskriptif kualitatif dengan membandingkan kondisi yang ada dilapangan saat penelitian dengan lieteratur serta kebijakan yang releva. Hasil penelitian menunjukan bahwa Proses pemberdayaan masyarakat melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Padang dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai aktor utama. Tahapan pemberdayaan dimulai dengan perencanaan kegiatan, yang melibatkan identifikasi kebutuhan kelompok dan penyusunan rencana secara bersama-sama dengan anggota KWT. Selanjutnya, tahap pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan dan bimbingan teknis yang mencakup pengelolaan pekarangan, pembibitan, pengelolaan hasil panen, serta penerapan praktik pertanian ramah lingkungan. Pendampingan rutin dari pihak terkait juga menjadi bagian penting dalam proses ini untuk memberikan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi, baik teknis maupun nonteknis. Evaluasi berkala dilakukan untuk menilai pencapaian program dan memastikan keberlanjutan kegiatan. Proses ini secara keseluruhan berhasil meningkatkan kapasitas anggota KWT dalam mengelola pekarangan sebagai sumber pangan dan ekonomi keluarga. Dampak pemberdayaan masyarakat melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Padang berpengaruh secara signifikan dalam berbagai aspek. Meskipun demikian, kendala seperti keterbatasan lahan, ketidaksesuaian bantuan dengan kebutuhan spesifik kelompok, dan kurangnya akses ke pasar untuk hasil panen masih memerlukan perhatian lebih untuk memastikan keberlanjutan program
References
[1]. Anggraini, S.(2020). Upaya Kelompok Wanita Tani (KWT) Dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Pekarangan Di Kampung Sinar Harapan Kelurahan Rajabasa Jaya Bandar Lampung. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
[2]. Aryanto, R. (2020).Tahap Pemberdayaan Masyarakat Desa. sedesa.id/tahap-pemberdayaan-masyarakat-desa/
[3]. Badan Ketahanan Pangan. (2020). Petunjuk teknis pedoman pemamfaatan pangan lestari. Jakarta. : Kementerian Pertanian.
[4]. Balitbang Pertanian. (2012). Pemanfaatan pekarangan sebagai pendukung ketahanan pangan. Jakarta: Kementerian Pertanian.
[5]. Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat. (2022). Laporan akuntabilitas Kinerja instansi pemerintah. Padang.
[6]. Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat. (2023). Petunjuk Teknis Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan Tahun 2023. Padang.
[7]. Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat. (2022). Laporan akuntabilitas Kinerja instansi pemerintah. Padang..
[8]. Galhena, D. H., Freed, R., & Maredia, K. M. (2013). Home gardens: A promising approach to enhance household food security and wellbeing. Agriculture & Food Security, 2(1), 1–13. https://doi.org/10.1186/2048-7010-2-8
[9]. Gulam, M. (2011). Psikologi perkembangan: Teori dan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Bandung: Remaja Rosdakarya.
[10]. Hafizah, N., Padilah, A., & Astuti, S. (2024). Penerapan metode P2L dalam pengelolaan sampah di wilayah perkotaan. Jurnal Lingkungan dan Sosial, 15(1), 67-80.
[11]. Indriani, E., & Murlianti, S. (2024). Dampak program pemberdayaan masyarakat terhadap kesejahteraan sosial. e-Journal Pembangunan Sosial, 12(3), 45-58. https://ejournal-pembangunansosial.com/indriani-murlianti
[12]. Kartasasmita, G. (2018). Administrasi pembangunan: Perkembangan, pemikiran, dan praktek. Jakarta: LP3ES.
[13]. Latifah, R., Sari, I. N., & Dewi, R. (2010). Pengaruh usia terhadap kemampuan adaptasi individu dalam mengatasi masalah sosial. Jakarta: Pustaka Ilmu.
[14]. Mardikanto, T. (2009). Pemberdayaan masyarakat melalui adopsi inovasi teknologi. Surakarta: Sebelas Maret University Press.
[15]. Masithoh, M., Miftah, M., & Aina, N. (2017). Peran serta masyarakat dalam pembangunan desa. Jurnal Pembangunan Sosial, 20(3), 45-60.
[16]. Michell, R., & Hanstad, T. (2004). Small home gardens as a strategy to enhance food security. Leisa Magazine, 20(4), 12–15.
[17]. Mulyandari, H. (2011). Pengaruh tingkat pendidikan petani terhadap penggunaan teknologi informasi di sektor pertanian. Jurnal Agribisnis dan Teknologi, 5(3), 45–52.
[18]. Noviyanti, R., Syaefuddin, Y. Lulu, H. Wiwin, 2019, Partisipasi KelompokWanita Tani Dalam Meningkatkan Program P2WKSS Untuk Memanfaatkan Lahan. Jendela PLS.Vol. 4, No. 2, hh. 59–70.
[19]. Nugroho, R. (2008). Gender dan pembangunan: Kebijakan untuk kesetaraan gender. Jakarta: Pustaka Pelajar









