Penelusuran Banjir di Waduk Greneng, Blora Dengan Model HEC-HMS

  • Benson Limbong Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
  • Dyah Ari Wulandari Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Keywords: flood routing; Greneng reservoir; peak discharge reduction; return period

Abstract

Reservoir routing (Penelusuran banjir) di waduk Greneng, Blora merupakan salah satu kegiatan dalam Project DOISP (Dam Operational Improvement Safety Project) di lingkungan BBWS Pemali Juwana tahun 2020-2022, yang bertujuan untuk mengembalikan tingkat keamanan, kinerja operasi dan umur ekonomis bendungan, termasuk pengurangan resiko bencana banjir terhadap masyarakat di hilir. Pembuatan model penelusuran banjir di waduk diperlukan sebagai tinjauan terhadap keandalan waduk dalam menghadapi debit banjir (inflow). Model dibuat dengan software HEC-HMS, dimana transformasi hujan menjadi aliran permukan dibuat dengan metode Soil Conservation Services - Curve Number (SCS-CN) dan model penelusuran banjir waduk dibuat dengan metode Outflow Structure.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui debit banjir (inflow) yang masuk ke waduk dan melakukan penelusuran banjir di waduk untuk tiap hujan rencana kala ulang 2,5,10,20,50, 100,200,500 dan 1000 tahun. Dari hasil penelusuran banjir, diperoleh nilai debit banjir tertinggi terjadi yang masuk ke Waduk Greneng pada hujan kala ulang 2,5,10,20,50,100,200,500 dan 1000 tahun berurutan: 10,9m3/det; 18,5m3/det; 23m3/det;  26,9m3/det; 31,4m3/det; 34,3m3/det; 37,3m3/det; 40,8 m3/det; dan 43,4m3/det. Debit banjir yang masuk mampu  direduksi oleh waduk Greneng menjadi debit outflow maksimum berurutan : 3m3/det; 4,3m3/det; 5,1m3/det; 5,8m3/det; 6,6m3/det; 7,2m3/det; 7,7m3/det; 8,4m3/det; 8,9 m3/detik. Tidak terjadi kejadian overflow dam top pada simulasi banjir ini, dengan elevasi maksimum air di waduk saat debit banjir maksimum mencapai level +121,6 m, dan kapasitas tampungan waduk maksimum saat debit banjir sebesar 2172,5 x 103 m3. Waduk Greneng mampu menurunkan debit banjir sebesar rerata 22,03%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

http://www.pusdataru.jatengprov.go.id/potensi/waduk/greneng.htm
https://sda.pu.go.id/balai/bbwspemalijuana/pages/posts/49-miliar-untuk-perbaikan-waduk-greneng-1612877479
https://www.hec.usace.army.mil/software/hec-hms/
https://www.hec.usace.army.mil/confluence/hmsdocs/hmsum/4.4/reservoir-elements/selecting-a-reservoir-routing-method
https://simtaru.blorakab.go.id/
Anderson, Chen, Kavvas and Feldman (2002), Coupling HEC-HMS with Atmospheric Models for Prediction of Watershed Runoff, Journal Of Hydrologic Engineering, Vol.7 No. 4, July 1, 2002.

Galoie1, Eslamian, Motamedi (2014), An Investigation Of The Influence Of A Retention Dam On Flood Control In A Small Catchment Area In Austria, Journal of Flood Engineering 5(1-2) January-December 2014.

Ideawati, Limantara, Andawayanti (2012), Analisis Perubahan Bilangan Kurva Aliran Permukaan (Runoff Curve Number) Terhadap Debit Banjir Di Das Lesti, Magister Teknik Pengairan, Universitas Brawijaya, Malang.

Limantara, Lili (2019), Rekayasa Hidrologi, Penerbit Andi, Jogjakarta.

Ika Madya Perkasa (2017), Laporan Hidrologi Pekerjaan Rencana Tindak Darurat Bendungan Greneng, Malang.
Subramanya, K (2008), Engineering Hydrology, Tata McGraw Publising, New Delhi.
PT. Tata Guna Patria (2012), Special Study Waduk Greneng, Semarang.
Trihatmojo, Bambang (2008), Hidrologi Terapan, Beta Offset, Yogyakarta.
Scharffenberg, Ely, Daly, Fleming and Pak (2010), Hydrologic Modeling System (Hec-Hms):Physically-Based Simulation Components, 2nd Joint Federal Interagency Conference, Las Vegas, NV, June 27 - July 1, 2010.
Published
2022-09-20
How to Cite
Limbong, B., & Wulandari, D. A. (2022). Penelusuran Banjir di Waduk Greneng, Blora Dengan Model HEC-HMS. Siklus : Jurnal Teknik Sipil, 8(2), 230-247. https://doi.org/10.31849/siklus.v8i2.10717
Section
Articles
Abstract viewed = 75 times
pdf downloaded = 84 times