KARAKTERISTIK BETON DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH SERAT NYLON DAN POLIMER CONCRETE

  • Shanti Wahyuni Megasari Universitas Lancang Kuning
  • Gusneli Yanti Universitas Lancang Kuning
  • Zainuri Zainuri Universitas Lancang Kuning
Keywords: Beton, Kuat tekan, Kuat tarik belah, , Limbah serat nylon, Polimer concrete

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik beton dengan penambahan limbah serat polimer (nylon) dan polimer concrete terhadap pengujian tekan dan tarik belah. Perencanaan campuran beton menggunakan metode DoE (Develoment of Environment). Rancangan benda uji menggunakan kuat tekan K-175, faktor air semen (fas) 0,6 dengan 3 (tiga) variasi penambahan limbah serat polimer (nylon) 0%, 0,1%, 0,2% dan 0,3% serta penambahan polimer concrete (polcon) dengan perbandingan 1:100 terhadap berat air. Benda uji menggunakan silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan beton dan kuat tarik belah pada umur beton 28 hari. Dari hasil pengujian terjadi peningkatan nilai kuat tekan beton rata-rata pada penambahan serat 0%; 0,1%; 0,2% dan 0,3% secara berurutan yaitu 33,011%; 3,379%; 4,281%; dan 2,985% dibandingkan dengan benda uji tanpa polcon. Sedangkan pada hasil pengujian kuat tarik belah beton diperoleh peningkatan nilai kuat tarik belah pada penambahan serat 0%; 0,1%; 0,2% dan 0,3% secara berurutan yaitu 19,998 %; 0%; 5,555% dan 9,090% dibandingkan dengan benda uji tanpa polcon. Hasil pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah diperoleh trend (kecenderungan) kurva yang sama yaitu mengalami peningkatan pada penambahan limbah serat nylon sebesar 0,1%; kemudian akan mengalami penurunan pada penambahan limbah serat nylon 0,2% dan 0,3%. Hal tersebut dikarenakan semakin banyaknya jumlah serat dalam beton dengan karakteristik permukaan nylon yang licin akan mengakibatkan kurang kuatnya ikatan atau lekatan antara material-material penyusun beton. Dapat disimpulkan bahwa penambahan limbah serat nylon dan polimer concrete dapat meningkatkan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah beton

Downloads

Download data is not yet available.

References

Departemen Pekerjaan Umum, 2002, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung SK SNI 03-2847-2002, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.
Balaguru P., dan Shah S.P., 1992, Fibre Reinforced Cement Composites, McGraw-Hill, Singapore.
Balai Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan, 2011, Pedoman Pengendalian Mutu Pekerjaan Beton, Kementerian Pekerjaan Umum, Bandung.
Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah, 2002, Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Beton, Semen, Perkerasan Beton Semen, Departemen Kimpraswil, Jakarta.
Dipohusodo I., 1994, Struktur Beton Bertulang, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Hannant D.J., 1978, Fibre Cements and Fibre Concretes, John Wiley & Sons, New York.
Mulyono T., 2004, Teknologi Beton (Edisi kedua), Penerbit Andi Offset, Yogyakarta.
Nawy E.G., 1990, Beton Bertulang; Suatu Pendekatan Dasar, PT. Eresco, Bandung.
Soroushian dan Bayasi, 1987, Fibre Reinforced Concrete Design and Aplication, Seminar Proceeding Composite and Structure Centre, Michigan State University.
Suhardiman M., 2011, Kajian Pengaruh Penambahan Serat Bambu Ori Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Beton, Jurnal Teknik, Vol.1, No.2, Oktober 2011.
Tjokrodimulyo K., 1995, Buku Ajar Teknologi Beton, Jurusan Teknik Sipil UGM, Yogyakarta.
Published
2016-04-01
How to Cite
Megasari, S. W., Yanti, G., & Zainuri, Z. (2016). KARAKTERISTIK BETON DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH SERAT NYLON DAN POLIMER CONCRETE. SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil, 2(1), 24-33. https://doi.org/10.31849/siklus.v2i1.202
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>