Analisis Simpang Bersinyal Menggunakan Software VISSIM (Studi Kasus: Simpang Jalan Lobak, Jalan Srikandi, Jalan Melati Indah, Jalan Delima)
DOI:
https://doi.org/10.31849/s2xd9m09Keywords:
simpang bersinyal, PTV Vissim, simulasi lalu lintas, kinerja simpang bersinyalAbstract
Pertumbuhan lalu lintas di Kota Pekanbaru menimbulkan permasalahan kemacetan, khususnya pada simpang bersinyal dengan volume kendaraan tinggi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang bersinyal di Simpang Jalan Lobak – Jalan Srikandi – Jalan Melati Indah – Jalan Delima dengan pendekatan survei lapangan dan simulasi PTV VISSIM. Hasil analisis kondisi eksisting menunjukkan tingkat kemacetan tinggi dengan dominasi level of service (LOS) E–F. Pendekat timur (Jalan Lobak) dan barat (Jalan Melati Indah) menjadi titik kritis dengan panjang antrian lebih dari 130 m dan tundaan kategori F, sedangkan pendekat selatan (Jalan Delima) dan utara (Jalan Srikandi) berada pada LOS E. Kapasitas efektif per fase terbukti tidak memadai terhadap arus puncak, karena antrian panjang berulang dan tundaan ekstrem. Validasi model simulasi terhadap data lapangan menghasilkan nilai chi-square total ≈ 12,16, menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada pendekat timur. Dua skenario perbaikan diuji melalui simulasi: optimasi waktu sinyal dengan pembagian fase berbeda jadi siklus 140 detik, dan penerapan left turn on red (LTOR) pada pendekat timur dan barat melalui penambahan lebar jalan sisi kiri. Hasil simulasi menunjukkan penurunan panjang antrian (Qlen) sebesar 20–40%, perbaikan LOS dari E–F menuju D–E, serta pengurangan tundaan ekstrem. Derajat kejenuhan (DS) juga menurun, meskipun pencapaian target kinerja optimal memerlukan kombinasi strategi sinyal dan penyesuaian geometri. Penelitian juga menegaskan bahwa integrasi optimasi waktu sinyal dan rekayasa geometrik dapat meningkatkan kinerja simpang secara signifikan, mengurangi risiko spillback, serta mendukung kelancaran arus lalu lintas pada jam puncak.
References
Abista, G. A., Ishak, I., Yusman, A. S., Herista, F., Gusmulyani, G. (2025). Analisis Kinerja Simpang Bersinyal Menggunakan Software PTV VISSIM (Studi Kasus Simpang Tiga Asrama Polisi Batusangkar). Menara Ilmu: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah, 19(1), 31-43. https://doi.org/10.31869/mi.v19i2.6229
Aryandi, R. D., & Munawar, A. (2014). Penggunaan Software VISSIM Untuk Analisis Simpang Bersinyal (Studi Kasus Simpang Mirota Kampus Terban Yogyakarta). The 17th FSTPT International Symposium, Jember, Indonesia : Jember University. https://www.researchgate.net/publication/294427885
Fwa, T. F. (2006). The Handbook Of Highway Engineering, CRC Press, New York. https://doi.org/10.1201/9781420009809
Jolović, D., Stevanović, A., Tasic, I., & Mitrović, N. (2016). Assessment of Level-of-Service for Freeway Segments Using HCM and Microsimulation Methods. Transportation Research Procedia, 15, 403-416. https://doi.org/10.1016/j.trpro.2016.06.034
Majid, A., & McCaffer, R. (1998). Factors of Non-Excusable Delays That Influence Contractors’ Performance. Journal of Management in Engineering, 14(3), 42–49. https://doi.org/10.1061/(ASCE)0742-597X(1998)14:3(42)
Munawar, A., Kusumawardani, S. S., Utomo, R. B., & Yuzal, S. (2012). Integrated Public Transport Ticketing System in Yogyakarta. Proceedings of The 12th Asia-Pacific ITS Forum & Exhibition, Kuala Lumpur, Malaysia. http://www.itsasiapacific2012.com/
PTV Group. (2015). PTV Vissim 8 user manual. Karlsruhe: PTV AG. https://cgi.ptvgroup.com/vision-help/VISSIM_8_ENG.pdf
Sidabutar, P. R. (2023). Analisis Simpang Bersinyal Menggunakan Software VISSIM. Tugas Akhir, Universitas Medan Area, Medan. https://repositori.uma.ac.id/jspui/handle/123456789/22172
Qalbi, N., Mallawangeng, T., & Yunianti, N. (2025). Analisis Kinerja Simpang Bersinyal dengan Software VISSIM (Studi Kasus: Jl. Poros Malino – Jl. Usman Salengke – Jl. K.H. Wahid Hasyim). Jurnal Penelitian Teknik Sipil Konsolidasi, 3(3), 366–374. https://doi.org/10.56326/jptsk.v3i3.3314



_.jpg)

