AAnalisis Simpang Bersinyal Menggunakan Software Vissim (Studi Kasus: Simpang Jalan Lobak, Jalan Srikandi, Jalan Melati Indah, Jalan DelimaAnalisis Simpang Bersinyal Menggunakan Software Vissim (Studi Kasus: Simpang Jalan Lobak, Jalan Srikandi, Jalan Melati Indah, Jalan Delima)

Authors

  • Dwi Visti Rurianti Program Studi Teknik Sipil, Universitas Riau , Pekanbaru, Indonesia
  • Andre Novan Program Studi Teknik Sipil, Universitas Riau , Pekanbaru, Indonesia
  • Yenita Morena Program Studi Teknik Sipil, Universitas Riau , Pekanbaru, Indonesia
  • Sri Djuniati Program Studi Teknik Sipil, Universitas Riau , Pekanbaru, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31849/s2xd9m09

Keywords:

simpang bersinyal, PTV Vissim, simulasi lalu lintas, kinerja simpang bersinyal

Abstract

Pertumbuhan lalu lintas di Kota Pekanbaru menimbulkan permasalahan kemacetan, khususnya pada simpang bersinyal dengan volume kendaraan tinggi. Penelitian ini menganalisis kinerja simpang bersinyal di Simpang Jalan Lobak – Jalan Srikandi – Jalan Melati Indah – Jalan Delima dengan pendekatan survei lapangan dan simulasi PTV VISSIM. Hasil analisis kondisi eksisting menunjukkan tingkat kemacetan tinggi dengan dominasi Level of Service (LOS) E–F. Pendekat timur (Lobak) dan barat (Melati) menjadi titik kritis dengan panjang antrian lebih dari 130 m dan tundaan kategori F, sedangkan pendekat selatan (Delima) dan utara (Srikandi) berada pada LOS E. Kapasitas efektif per fase terbukti tidak memadai terhadap arus puncak, karena antrian panjang berulang dan tundaan ekstrem.Validasi model simulasi terhadap data lapangan menghasilkan nilai Chi-square total ≈ 12,16, menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada pendekat timur.  Dua skenario perbaikan diuji melalui simulasi: optimasi waktu sinyal dengan pembagian fase berbeda jadi siklus 140 detik, dan penerapan Left Turn on Red (LTOR) pada pendekat timur dan barat melalui penambahan lebar jalan sisi kiri. Hasil simulasi menunjukkan penurunan panjang antrian (Qlen) sebesar 20–40%, perbaikan LOS dari E–F menuju D–E, serta pengurangan tundaan ekstrem. Derajat kejenuhan (DS) juga menurun, meskipun pencapaian target kinerja optimal memerlukan kombinasi strategi sinyal dan penyesuaian geometri. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi optimasi waktu sinyal dan rekayasa geometrik dapat meningkatkan kinerja simpang secara signifikan, mengurangi risiko spillback, serta mendukung kelancaran arus lalu lintas pada jam puncak.

Published

2025-10-30

How to Cite

AAnalisis Simpang Bersinyal Menggunakan Software Vissim (Studi Kasus: Simpang Jalan Lobak, Jalan Srikandi, Jalan Melati Indah, Jalan DelimaAnalisis Simpang Bersinyal Menggunakan Software Vissim (Studi Kasus: Simpang Jalan Lobak, Jalan Srikandi, Jalan Melati Indah, Jalan Delima). (2025). Siklus : Jurnal Teknik Sipil, 11(2). https://doi.org/10.31849/s2xd9m09

Similar Articles

11-20 of 43

You may also start an advanced similarity search for this article.