STIMULASI HASIL MELON ( Cucumis melo, L) DENGAN MENGGUNAKAN BIOTO GROW GOLD (BGG)

  • SAHINDAH ARITONANG Universitas Lancang Kuning
  • SURTINAH SURTINAH Universitas Lancang Kuning
Keywords: Keywords: Bioto Grow Gold, Melon.

Abstract

The experiment was conducted experimentally using non-factorial Randomized Design (RAL) with 5 (five) treatment levels without Bioto Grow Gold, Bioto Grow Gold 1 ml liter-1 water, Bioto Grow Gold 2 ml liter -1 water, giving Bioto Grow Gold 3 ml liter-1 water and giving Bioto Grow Gold 4 ml liter-1 water. The data analysis used variance and continued with a different test of Duncan treatment average at p 0.05. The results showed that BGG treatment had the significant effect on leaf length, leaf width, stem diameter, flowering age, fruit circumference, fruit weight, a thickness of flesh and sugar content of melon fruit. The best treatment is giving Bioto Grow Gold 3 ml liter-1 water.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anianty A, 2008. Uji Efektivitas Pupuk Organik (BIO-ORGANIK FERTILIZER) dalam Mensubtitusi Kebutuhan Pupuk pada Tanaman Caisin (Brassica chinensis). Institut Pertanian Bogor.

Anonim, 2014. Aplikasi Bioto Grow Gold. Jakarta

Kresnatita, S., Koesriharti, K., & Santoso, M. (2012). Pengaruh rabuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. The Indonesian Green Technology Journal, 1(3), 8-17.

Panupesi, H. (2013). KEMAMPUAN MENINGKATKAN HASIL TANAMAN MELON (Cucumis melo, L) DENGAN PEMUPUKAN POSFOR DAN KONSENTRASI GANDASIL B PADA TANAH GAMBUT PEDALAMAN. Agrienvi, 7(1), 9-16.

Perimantoro, H., 2002. Memupuk Tanaman Sayur. Penebar Swadaya. Jakarta

Pujisiswanto, H., & Pangaribuan, D. (2008). Pengaruh dosis kompos pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan produksi buah tomat. In Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II (pp. 17-18).

Sembiring, Y. R. V., Nugroho, P. A., & Istianto, I. (2013). KAJIAN PENGGUNAAN MIKROORGANISME TANAH UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PEMUPUKAN PADA TANAMAN KARET. Warta Perkaretan, 32(1), 7-15.

Simanungkalit,R., Didi., Rasti., Diah., Wiwik., 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati Organik Fertilizer dan Biofertilizer, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Jawa Barat

Sudjianto, U., & Krestiani, V. (2009). Studi pemulsaan dan dosis NPK pada hasil buah melon (Cucumis melo L). Sains dan Teknologi, 2(1).

SURTINAH, S. (2007). MENGUJI 5 MACAM PUPUK DAUN DENGAN MENGUKUR KADAR GULA TOTAL BIJI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata). Jurnal Ilmiah Pertanian, 3(2), 1-6.

SURTINAH, S. (2008). WAKTU PANEN YANG TEPAT MENENTUKAN KANDUNGAN GULA BIJI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata). Jurnal Ilmiah Pertanian, 4(2), 1-7.

Surtinah, S. (2012). KORELASI ANTARA WAKTU PANEN DAN KADAR GULA BIJI JAGUNG MANIS (Zea mays

Jurnal Ilmiah Pertanian Volume 25, No. 1. Agustus , 2018. 49

saccharata Sturt). Jurnal Ilmiah Pertanian, 9(1), 1-5.

Surtinah, S. (2017 a). Evaluasi Deskriptif Umur Panen Melon (Cucumis melo, L) Di Pekanbaru. Jurnal Ilmiah Pertanian, 14(1), 65-71.

Surtinah, S. (2017 b). POTENSI HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata, Sturt) DENGAN PEMBERIAN PAKET TEKNOLOGI PUPUK DAN ZAT PENGATUR TUMBUH. Jurnal BiBieT, 2(1), 37-44.

Surtinah, S. (2017 c). Pertumbuhan Vegetatif dan Kadar Gula Biji Jagung Manis (Zea mays saccharata, Sturt) di Pekanbaru. Jurnal Ilmiah Pertanian, 13(2).

Surtinah, S., Nurwati, N. (2018). Selecting the Right Varieties in Riau Main Island: Sweet Corn Context. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 156, No. 1, p. 012062). IOP Publishing.

Susi, N., Surtinah, S., & Rizal, M. (2018). Pengujian Kandungan Unsur Hara Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Kulit Nenas. Jurnal Ilmiah Pertanian, 14(2).

Published
2018-08-01