Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Komunitas Nagari
DOI:
https://doi.org/10.31849/yh2m6a17Keywords:
: Pemberdayaan Masyarakat, Pariwisata Berbasis Komunitas, Pengembangan Ekonomi LokalAbstract
Pariwisata berbasis masyarakat telah menjadi pendekatan penting dalam pembangunan daerah pedesaan di Indonesia, memberikan alternatif ekonomi sambil melestarikan budaya dan lingkungan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas di Nagari Taram, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, dengan fokus pada objek wisata Kapalo Banda. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola objek wisata dan perangkat pemerintahan Nagari, observasi lapangan, serta pengumpulan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan yang diterapkan meliputi: (1) peningkatan kapasitas masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang menjadi ujung tombak pengelolaan wisata, didukung program pelatihan berkelanjutan; (2) pengembangan ekonomi lokal melalui diversifikasi usaha pendukung pariwisata yang melibatkan berbagai komponen masyarakat; dan (3) penguatan kelembagaan melalui struktur organisasi yang jelas, Peraturan Nagari sebagai payung hukum, serta kemitraan strategis. Model pengelolaan kolaboratif yang mengintegrasikan kearifan lokal "Alam Takambang Jadi Guru" dengan inovasi modern telah berhasil mentransformasi saluran irigasi menjadi destinasi wisata berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, mengurangi urbanisasi, dan mendorong praktik tata kelola yang baik
References
Asmara, S. A., Padmaningrum, D., & Sugihardjo, S. (2024). Pariwisata berbasis masyarakat (community based tourism) dalam pengelolaan desa wisata. Journal of Tourism and Creativity, 8(1), 16. https://doi.org/https://doi.org/10.19184/jtc.v8i1.42980
Escobar‐López, S. Y., Espinoza‐Ortega, A., Pérez, S. M., Chávez‐Mejía, C., & Martínez‐García, C. G. (2021). Consumers’ perception of different types of food markets in mexico. International Journal of Consumer Studies, 46(1), 147-160. https://doi.org/https://doi.org/10.1111/ijcs.12650
Frez-Muñoz, L., Kampen, J. K., Fogliano, V., & Steenbekkers, B. (2021). The food identity of countries differs between younger and older generations: a cross-sectional study in american. European and Asian Countries. Frontiers in Nutrition. https://doi.org/https://doi.org/10.3389/fnut.2021.653039
H, O. W. K., Raharjo, B. B., Nugroho, E., & Hermawati, B. (2017). Sumber daya lokal sebagai dasar perencanaan program gizi daerah urban. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 13(1), 1. https://doi.org/https://doi.org/10.30597/mkmi.v13i1.1575
Halim, A. (2022). Strategi Pemasaran Pariwisata Berbasis Komunitas. Jurnal Pariwisata, 15(2), 123-135.
Kurniawan, A. R. (2020). Tantangan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat pada era digital di indonesia (studi kasus pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di pangalengan). Tornare, 2(2). https://doi.org/https://doi.org/10.24198/tornare.v2i2.25418
Maulidiyah, I. A. &, & AS, F. (2024). Peran media sosial dan citra destinasi terhadap kepuasan wisatawan melalui keputusan berkunjung pada desa wisata kabupaten sampan. Jurnal Bina Manajemen, 12(2), 83-105. https://doi.org/https://doi.org/10.52859/jbm.v12i2.570
Paramita, R. J., Chairy, C., & Syahrivar, J. (2021). Local food enjoyment and customer delight: keys to revisit intention. Jurnal Muara Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 5(2), 384. https://doi.org/https://doi.org/10.24912/jmieb.v5i2.13260
Rahmat, T. &, & Apriliani, D. (2023). Model pengembangan desa wisata berbasis sustainability tourism dalam perpsektif green hrm. KarismaPro, 13(2), 87–98. https://doi.org/https://doi.org/10.53675/karismapro.v13i2.1073
Sari, R. (2020). Pendidikan dan Pelatihan dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Pengembangan Pariwisata. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 8(1), 45-58.
Shafiee, M., Al-Bazz, S., Lane, G., Szafron, M., & Vatanparast, H. (2024). Exploring healthy eating perceptions, barriers, and facilitators among urban indigenous peoples in saskatchewan. Nutrients, 16(13), 2006. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/nu16132006
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitaif, Kualitatif dan R&D (3rd ed.). Bandung: Alfabeta.
Sulistyo, A., Noviati, F., Yudiandri, T. E., Rahmawati, A., Suharyono, E., & Kristianto, D. A. (2023). Implementasi prinsip pariwisata berkelanjutan melalui pengelolaan berbasis masyarakat: studi pada desa wisata poncokusumo. Journal of Research on Business and Tourism, 3(2), 95. https://doi.org/https://doi.org/10.37535/104003220233
Widiastuti, D. (2021). Peran Kelembagaan dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan. Jurnal Ekonomi Dan Pariwisata, 10(3), 201-215.









