Falsafah Alam Takambang Jadi Guru dalam Konstruksi Pesan Politik Tokoh Minangkabau

Authors

  • M.A. Dalmenda Universitas Andalas
  • Azwar Universitas Andalas
  • M.Fedro Syafiola Universitas Andalas

DOI:

https://doi.org/10.31849/vkxv3v39

Keywords:

Alam Takambang Jadi Guru (;) Komunikasi Politik (;) Minangkabau

Abstract

Krisis kepercayaan publik terhadap politisi dan urgensi internalisasi nilai lokal dalam komunikasi politik di Sumatera Barat. Tujuan penelitian adalah menganalisis penggunaan falsafah "Alam Takambang Jadi Guru" sebagai basis konstruksi pesan politik tokoh Minangkabau di wilayah Solok. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi komunikasi, melibatkan wawancara mendalam dengan tokoh politik dan pemangku adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para tokoh politik menggunakan metafora alam dan prinsip musyawarah untuk membangun kedekatan emosional serta legitimasi kultural. Strategi ini menciptakan "Legitimasi Hibrida," di mana otoritas demokrasi formal diperkuat oleh pengakuan nilai adat. Pesan politik yang berakar pada kearifan lokal terbukti lebih efektif dalam memitigasi konflik dan meningkatkan partisipasi masyarakat dibandingkan retorika universal. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi falsafah alam ke dalam narasi politik bukan sekadar strategi elektoral, melainkan instrumen kontrol etis yang mengembalikan politik pada nilai-nilai komunal. Keberhasilan kepemimpinan di era modern sangat bergantung pada kemampuan aktor politik dalam menyelaraskan modernitas dengan autentisitas budaya lokal

References

Abdullah, T. (1966). Adat and Islam: An examination of conflict in Minangkabau. Indonesia, (2), 1–24.

Abdullah, T. (1981). Islam dan masyarakat: Pantulan sejarah Indonesia. Yayasan Obor Indonesia.

Afrizal. (2014). Metode penelitian kualitatif: Upaya mendukung penggunaan penelitian kualitatif dalam berbagai disiplin ilmu. RajaGrafindo Persada.

Edelman. (2024). Edelman trust barometer 2024. Edelman.

Hadiz, V. R. (2016). Islamic populism in Indonesia and the Middle East. Cambridge University Press.

Hadiz, V. R. (2018). Populisme Islam di Indonesia dan Timur Tengah (Edisi Bahasa Indonesia). Pustaka Alvabet.

Indikator Politik Indonesia. (2023). Rilis survei nasional Indikator Politik Indonesia 2023.

Kato, T. (1982). Matriliny and migration: Evolving Minangkabau traditions in Indonesia. Cornell University Press.

McNair, B. (2017). An introduction to political communication (6th ed.). Routledge.

McQuail, D. (2010). McQuail's mass communication theory (6th ed.). SAGE Publications.

Mietzner, M. (2020). Authoritarian innovations and democratic decline: Indonesia in comparative perspective. Routledge.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Navis, A. A. (1984). Alam takambang jadi guru: Adat dan kebudayaan Minangkabau. Grafiti Pers.

Satria, A., & Sahayu, W. (2022). Metafora berbasis alam dalam ungkapan tradisional Minangkabau. Jurnal Budaya .

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Yuniseffendri. (2016). Revitalisasi nilai-nilai falsafah alam takambang jadi guru dalam pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan.

Downloads

Published

2026-01-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Falsafah Alam Takambang Jadi Guru dalam Konstruksi Pesan Politik Tokoh Minangkabau. (2026). Jurnal Niara, 18(3), 916-924. https://doi.org/10.31849/vkxv3v39