Kompetensi Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Urban Farming di Tiga Kota Provinsi Sumatera Barat
DOI:
https://doi.org/10.31849/47qcsr23Keywords:
Kompetensi, Penyuluh Pertanian, Urban FarmingAbstract
Penelitian ini mengkaji dan menganalisis kompetensi penyuluh dalam pengembangan urban farming di tiga Kota Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini dilakukan bulan April s.d Juni 2024 pada tiga kota di Sumatera Barat, yaitu : Kota Padang, Kota Padang Panjang, dan Kota Bukittinggi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kompetensi Penyuluh Pertanian dalam pelaksanaan urban farming di tiga kota Provinsi Sumatera Barat dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi Penyuluh Pertanian dalam pengembangan urban farming di tiga kota Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan sampel secara sensus terhadap 36 Penyuluh Pertanian di tiga kota Provinsi Sumatera Barat yang mendampingi urban farming sejak tahun 2016. Adapun alat analisis tujuan pertama yaitu menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan alat ukur yaitu skala likert. Selanjutnya, untuk tujuan kedua yaitu menggunakan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan software SPSS. Hasil penelitian pada tujuan pertama menunjukkan bahwa tingkat kompetensi Penyuluh Pertanian berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 38,9% yang meliputi dimensi penguasaan inovasi dengan kategori sedang sebesar 38,9%, pemahaman potensi wilayah dengan kategori sedang sebesar 55,6%, pemahaman potensi agribisnis di perkotaan dengan kategori sedang sebesar 36%, dan pemahaman kebutuhan petani dengan kategori sedang sebesar 33,3%. Hasil penelitian pada tujuan kedua menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan berdasarkan taraf kepercayaan 5% terhadap kompetensi penyuluh dalam pengembangan urban farming yang nilai Sig. dibawah 5% yaitu : pendidikan formal (0,020), sikap (0,013), dan keterampilan (0,022).
Kata Kunci : Kompetensi, Penyuluh Pertanian, Urban Farming
References
[1] Ahmad, Ahfandi. 2018. Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia Penyuluh Terhadap Adopsi Teknologi Pertanian (Studi Kasus di Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjau. Jurnal Agrominansia, 3(2) : 150-162.
[2] Anwas, Oos M. 2013. Pengaruh Pendidikan Formal, Pelatihan, dan Intensitas Pertemuan terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 19(1), 50.
[3] Badan Pusat Statistik Kota Padang. 2024. Kota Padang Dalam Angka Tahun 2020-2024. Padang : Badan Pusat Statistik
[4] Badan Pusat Statistik Kota Padang Panjang. 2024. Kota Padang Panjang Dalam Angka Tahun 2020-2024. Padang Panjang : Badan Pusat Statistik
[5] Badan Pusat Statistik Kota Bukittinggi. 2024. Kota Bukittinggi Dalam Angka Tahun 2020-2024. Bukittinggi : Badan Pusat Statistik
[6] Creswell, J.W. (2010). Research design: pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan
mixed. Yogjakarta: PT Pustaka Pelajar.
[7] Helmy Z, dkk. 2013. Hubungan Kompetensi Penyuluh dengan Karakteristik Pribadi, Persepsi Penyuluh Terhadap Dukungan Kelembagaan dan Persepsi Penyuluh Terhadap Sifat Inovasi Cyber Extension. Jurnal Agro Ekonomi. 31 (1) : 1-18
[8] Ibrahim, A. 2014. Pegelolaan Pembangunan Berkelanjutan. Yogyakarta: PT. Leautika Nouvalitera
[9] Ibrahim, JT. 2001. Kajian reorientasi penyuluhan pertanian ke arah pemenuhan kebutuhan petani di Propinsi Jawa Timur. [Disertasi]. Bogor (ID):Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
[10] Lim, Theo. Suah K, Ling L. Angela FL. And Si Via Chong. 2008. Motivation, Competence, and Confidence to teach: An Exploratory Study of the Impact of an Initial Teacher Preparation (ITP) Programme on Beginning Primary School Teachers, KJEP Journal.
[11] Lopokoiyit, M. 2013. Extension Management Competency Needs of Agricultural Extension Agents in Kenya. Mediterranean Journal of Social Sciences. 4 (6): 11-20
[12] Mardikanto, Totok. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Surakarta: Sebelas Maret University Press.
[13] Mardikanto, T. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. Sebelas Maret University Press. Surakarta
[14] Novianda Fawaz Khairunnisa, SaidahZ., HapsariH., & WulandariE. (2021). Pengaruh Peran Penyuluh Pertanian terhadap Tingkat Produksi Usahatani Jagung. Jurnal Penyuluhan, 17(2), 113-125.
[15] Mujiburrahmad dan Manyamsari I. 2014. Karakteristik Petani dan Hubungannya
dengan Kompetensi Petani Lahan Sempit. Agrisep, 15(2): 58-74.
[16] Rosadi, A.R., Setiawan, Sudrajat. 2023. Pengaruh Kompetensi Penyuluh Pertanian Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Petani Padi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH. 10 (3) : 1919 – 1927.
[17] Slamet, Margono. 1992. Perspektif Ilmu Penyuluhan Pembangunan Menyongsong Era Tinggal Landas. Diedit oleh: Aida V., Prabowo T., dan Wahyudi R. Jakarta: Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara.









