Strategi Pemenangan Kasmarni Dan Bagus Santoso Pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bengkalis
DOI:
https://doi.org/10.31849/e50hj460Keywords:
Strategi politik, pemenangan, pilkadaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemenangan Kasmarni – Bagus Santoso dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bengkalis Tahun 2020 dan Faktor-faktor yang mempengaruhi kemenangan. Teori yang digunakan adalah teori menurut Schroder (2009) yang mengelompokkan strategi dalam 2 jenis yaitu Ofensif dan Defensif. Lokasi penelitian ini di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifyang bersifat deskripstif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan penelusuran dokumen. Hasil penelitian yang didapatkan adalah strategi pemenangan yang dilakukan oleh Kasmarni dan Bagus Santoso tidak terlepas dari strategi Ofensif yaitu optimalisasi dukungan keluarga dan kerabat, optimalisasi partai pengusung dan tim relawan yang di dalamnya terdapat konsolidasi partai pengusung dan soliditas tim pengusung/relawan, optimalisasi komunikasi dan kampanye yang di dalamnya terdapat kampanye yang inovatif dan edukatif, door to door dan blusukan, personal branding, jaringan dan komunitas. Dalam strategi Defensif yaitu Patronase sebagai strategi defensif yang didalam nya terdapat patronase dengan organisasi kedaerahan dan tokoh lokal serta patronase sebagai penanganan isu negatif dengan tokoh lokal
References
[1]. Agustino, L. (2014). Politik Lokal & Otonomi Daerah. Bandung: Penerbit Alfabeta.
[2]. Anggito, A., & Setiawan. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi: CV Jejak Jejak Publisher.
[3]. Choy, A. M. C. T. E. K. (2007). Democratic Action Party of Malaysia and the Politics of Opposition Coalition Building.
[4]. Christine Daymon, I. H. (2007). Metode-Metode Riset Kualitatif dalam Public Relations and Marketing Communications. Yogyakarta: Bentang Pusaka.
[5]. Gioh, F. C., Wilar, W. F., & Tulung, T. (2023). Strategi Pemenangan Calon Anggota Legislatif Perempuan Pada Pemilu Legislatif Tahun 2019 (Studi Pada Salah Satu Caleg Perempuan Terpilih Pada Partai PDI Perjuangan Di Dapil 3 Kabupaten Minahasa). JURNAL EKSEKUTIF, 3(2).
[6]. Hartono, J. (2018). Metode Pengumpulan dan Teknik Analisis Data. Yogyakarta: Andi Offset.
[7]. Khodijah, S. (2022). Strategi Komunikasi Politik Dalam Pemenangan Kepala Daerah Perempuan Di Kabupaten Bekasi. Jurnal Administrasi Dan Kebijakan Publik, 12(1), 97–125.
[8]. Putri, O. (2023). Strategi Kemenangan dan Kepemimpinan Permpuan Kepala Daerah (Studi Kasus Winarti Bupati Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung pada Pilkada 2017).
[9]. Rainer, A. (2004). Political Marketing: Strategi Membangun Konstituen dengan Pendekatan, Surakarta: Sebelas Maret Press, 113-114.
[10]. Rukin. (2019). Metodelogi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Surabaya: jakad Media Publishing.
[11]. Schroder. (2001). Strategi Politik.Friedrich : Jakarta: Nauman- Stifung
[12]. Usda, A. (2016). Bentuk- Bentuk Kampanye Partai Golongan Karya Dalam Memenangkan Pemilu Legislatif 2009 di Kabupaten Tanah Datar. Skripsi Tidak Dipublikasikan. Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Andalas.
[13]. Wahyuni, A. (2020). Strategi Pemenangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Perempuan Pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Musi Rawas. Jambi: Universitas Jambi.
[14]. Wibinata, R. (2019). Strategi Pemenangan Kepala Dearah Perempuan: Studi kasus Khofifah Indar Parawansapada Pilkada serentak Jawa Timur 2018.
[15]. Zainuddin, (2018). Strategi Partai Amanat Nasional Dalam Memenuhi Kuota 30% Keterwakilan Perempuan Pada Pemilihan Umum Tahun 2014 di Kota Samarinda. Jurnal Of Governance And Public Policy Vol 4 No 1.
[16]. Zaki, R., Handoko, T., & Irawati, S. (2021). Komunikasi Politik Pasangan Calon Kasmarni dan Bagus Santoso dalam Memenangkan Pilkada Kabupaten Bengkalis di Era Pandemi COVID-19. Jurnal Niara, 17(3), 45-53.









