Program Keluarga Berencana dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)Di desa Hauwai Kabupaten Balangan

Authors

  • Irza Setiawan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai

DOI:

https://doi.org/10.31849/j9d8yn96

Keywords:

Keluarga Berencana, MKJP, Implan, Pasangan Usia Subur, Kesehatan Reproduksi

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas keluarga dan mengendalikan pertumbuhan penduduk. Namun, penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) implan di Desa Hawai masih tergolong rendah dibandingkan metode kontrasepsi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Program Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Implan di Desa Hawai. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari laporan pelayanan KB periode Januari–April 2026 yang meliputi jumlah Pasangan Usia Subur (PUS), pengguna KB pil, suntik, implan, IUD, dan pasangan yang tidak ber-KB. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pengguna implan tetap sebanyak 19 akseptor atau sekitar 6,01% dari total 316 PUS selama periode pengamatan, sedangkan penggunaan kontrasepsi didominasi oleh pil (41,14%) dan suntik (37,97%). Rendahnya penggunaan implan dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat, kurangnya dukungan suami, akses pelayanan yang belum optimal, dan minimnya sosialisasi mengenai MKJP. Penelitian ini menghasilkan Model E-DASI IMPLAN yang terdiri atas Edukasi Berbasis Komunitas, Dukungan Suami, Akses Pelayanan, dan Sosialisasi Intensif Implan sebagai strategi peningkatan penggunaan MKJP di Desa Hauwai

References

1. Andriani, A., Sabilu, Y., & Liaran, R. D. (2024). Hubungan pengetahuan, paritas, dan dukungan suami terhadap penggunaan kontrasepsi implant di Kota Kendari tahun 2023. Indonesian Journal of Health Science, 4(5), 1223–1231.

2. Azizah, N., Muhidayati, W., Wahyuningsih, D., & Admasari, Y. (2023). Age and education factors to choice contraceptive with attitudes acceptors about side effects of implants. Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, 7(3), 226–232. https://doi.org/10.20473/imhsj.v7i3.2023.226-232

3. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2023). Laporan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana) tahun 2023. Jakarta: BKKBN.

4. Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2021). Health behavior: Theory, research, and practice (6th ed.). San Francisco, CA: Jossey-Bass.

5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Pedoman pelayanan kontrasepsi dan kesehatan reproduksi. Jakarta: Direktorat Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

7. Moore, K. (2023). Choice and use of long-acting reversible contraceptives. Prescriber, 34(4), 15–22. https://doi.org/10.1002/psb.2030

8. Notoatmodjo, S. (2021). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan (Edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

9. Sartika, S., Firdayanti, F., Al Kautzar, A. M., & Andryani, Z. Y. (2024). Management of family planning midwifery care on a new acceptor candidate for implant birth control. Jurnal Midwifery, 6(2), 125–132.

10. United Nations Population Fund. (2023). State of world population 2023: 8 billion lives, infinite possibilities. New York, NY: United Nations Population Fund.

11. Utami, F. P., Gustina, E., Sulistiawan, D., Matahari, R., & Sari, B. P. (2022). Husband’s influence in the use of long-acting reversible contraception method in Special Region of Yogyakarta, Indonesia. Bulletin of the National Research Centre, 46(89), 1–8. https://doi.org/10.1186/s42269-022-00771-7

12. Veri, N., Lajuna, L., Alchalidi, A., Dewita, D., & Chipojola, R. (2023). The use of long-acting reversible contraceptives: A quasi-experimental study in Indonesia. British Journal of Midwifery, 31(1), 24–31. https://doi.org/10.12968/bjom.2023.31.1.24

13. World Health Organization. (2022). Family planning and contraception: Evidence and recommendations. Geneva, Switzerland: World Health Organization.

Downloads

Published

2026-07-26

Issue

Section

Articles

How to Cite

Program Keluarga Berencana dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)Di desa Hauwai Kabupaten Balangan. (2026). Jurnal Niara, 19(2), 426-433. https://doi.org/10.31849/j9d8yn96