Penerapan Konsep Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 5 Di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana
DOI:
https://doi.org/10.31849/5zpq7v62Keywords:
SDG 5, kesetaraan gender, kesenjangan implementasi, pengarusutamaan genderAbstract
kesetaraan gender di Kabupaten Pelalawan serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesenjangan implementasi. Metode Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 4 informan yang dipilih secara purposive sampling (Kepala Dinas, Kepala Sub Bidang, Staf, dan Fasilitator PUG), dokumentasi, serta data sekunder dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dan Badan Pusat Statistik. Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman dengan berpedoman pada teori kesetaraan gender Najih (2017) dan kerangka RBET (Larson et al., 2024). Temuan Utama Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan implementasi (implementation gap) yang sangat signifikan. Aspek perencanaan responsif gender mencapai nilai 88,12% (kategori baik), namun aspek pelaksanaan hanya 44,50% dan aspek pengawasan 33,33% (kategori sangat kurang). Pada indikator akses, terjadi kesenjangan ekonomi yang tajam dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan hanya 47,05% dibanding laki-laki 84,80%. Pada indikator partisipasi, keterlibatan perempuan di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) bersifat simbolis (tokenism) dan keterwakilan perempuan di legislatif menurun drastis dari 23,08% menjadi 13,85%. Pada indikator kontrol, perempuan tidak memiliki kontrol atas aset strategis seperti tanah dan investasi. Berdasarkan kerangka RBET, program Pengarusutamaan Gender (PUG) Kabupaten Pelalawan hanya beroperasi pada level Reach dan Benefit, belum mencapai level Empower dan Transform. Implikasi Regulasi yang tidak lengkap (Peraturan Bupati tentang mekanisme pelaporan PUG kosong selama 8 tahun), alokasi Anggaran Responsif Gender (ARG) yang minim (baru 10% dari APBD), serta norma patriarki yang mengakar menjadi faktor penghambat utama. Diperlukan revisi Peraturan Daerah tentang PUG agar mencakup tujuh proses pembangunan, penerbitan Peraturan Bupati tentang pelaporan PUG dengan mekanisme sanksi, kebijakan afirmasi kuota 30% keterwakilan perempuan, serta penguatan peran Inspektorat/APIP dalam pengawasan.
References
[1] Alfirdaus, L. K. (2018). Menajamkan Perspektif Gender, Memberdayakan Perempuan dan Mencapai SDGs (Sustainable Development Goals). Egalita: Jurnal Kesetaraan dan Keadilan Gender, 13(1).
[2] Arikunto, S. (2016). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Arnstein, S. R. (1969). A Ladder of Citizen Participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216-224.
[3] Aulia, F., dkk. (2024). Gender Equality Movement: A Systematic Literature Review. Frontiers in Sociology, 9, 1-15.
[4] Bahagijo, S. (2016). Mengenal SDGs (Sustainable Development Goals): Sebuah Pandangan Kritis. Jurnal Pembangunan, 3(2), 45-60.
[5] Bintoro. (2017). Perencanaan dan Penganggaran Daerah. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
[6] Brodjonegoro, B. (2017). Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Jakarta: Bappenas.
[7] Budihardjo, E. (2010). Pembangunan Berkelanjutan: Konsep dan Implementasi. Bandung: Alumni.
[8] Bungin, B. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers.
[9] Fakih, M. (2013). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
[10] Fakih, M. (2016). Gender dan Strategi Pengarusutamaannya di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
[11] Farida Yusuf Tayipnapis. (2020). Evaluasi Program. Jakarta: Rineka Cipta.
[12] Fauzi, A. (2004). Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
[13] Fitri, R., dkk. (2025). Efektivitas Program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan di Sumatera Barat. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 10(1), 78-95.
[14] Haedar Akib & Antonius Tarigan. (2020). Model Implementasi Program David C. Korten. Jurnal Administrasi Publik, 8(1), 10-25.
[15] Haerullah, dkk. (2024). Kesetaraan Gender dalam Organisasi Kemahasiswaan. Jurnal Pendidikan dan Kewarganegaraan, 12(2), 112-128.
[16] Hungu. (2016). Gender dan Pembangunan. Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka. Ishartono, & Raharjo, S. T. (2016). Sustainable Development Goals (SDGs) dan Pengentasan
[17] Kemiskinan. Share: Social Work Journal, 6(2), 154-167.
[18] Islamy. (2010). Menakar Kebijakan RSBI: Analisis Kritis Studi Implementasi. Bandung: Alfabeta.
[19] Jones, C. O. (2016). Pengantar Kebijakan Publik. Jakarta: Rajawali Pers. Juditha. (2015). Gender dan Media. Jurnal ILMU KOMUNIKASI, 12(1), 1-15.
[20] Korten, D. C. (2016). Manajemen Pembangunan Berkelanjutan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
[21] Larasati, A. (2021). Kesetaraan Gender dalam Perspektif Konstitusi. Jurnal Hukum dan Ham, 8(2), 98-112.
[22] Larashati. (2022). Ketimpangan dan Peningkatan Kesetaraan Gender dalam SDGs (Sustainable Development Goals). Jurnal Sains Edukatika Indonesia (JSEI), 4(2), 55-61.
[23] Larson, G., dkk. (2024). The RBET Framework: Rethinking Gender Equality Programs. Gender & Development, 32(1), 45-67.
[24] Luther, P. P. (2025). Kebijakan Pemerintah Kota Salatiga Dalam Implementasi SDGs Goals ke-5 Terhadap Kasus Kekerasan Seksual Tahun 2020-2023. Jurnal Niara, 17(3), 192-202.
[25] Maryono. (2010). Menakar Kebijakan RSBI: Analisis Kritis Studi Implementasi. Bandung: Alfabeta.
[26] Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2017). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press.
[27] Mudryi, I., & Mudra, O. (2025). Gender Role Socialization in Early Childhood Education. Journal of Early Childhood Research, 15(2), 88-104.
[28] Muhammad Aqibun Najih. (2017). Kesetaraan Gender dalam Perspektif Hukum dan Sosial. Malang: Setara Press.
[29] Mulyadi. (2015). Kebijakan Publik dan Implementasinya. Bandung: Alfabeta.
[30] Mustakimah, L. (2023). Tantangan Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) Tentang Kesetaraan Gender pada Masyarakat Desa. Jurnal Azzahra, 4(1). DOI: 10.15575/azzahra.v4i1.25462
[31] Nugroho, R. (2003). Kebijakan Publik: Formulasi, Implementasi, dan Evaluasi. Jakarta: Elex Media Komputindo.
[32] O'Manique, C. (2006). Gender and Human Security. Dalam International Commission on Intervention and State Sovereignty. London: Routledge.
[33] Rahardian, R. (2016). Dari MDGs ke SDGs: Perubahan Paradigma Pembangunan Global. Jurnal Hubungan Internasional, 5(1), 23-35.
[34] Rehesten, dkk. (2023). Implementasi Kebijakan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Provinsi Bengkulu. Jurnal Administrasi Publik, 11(2), 145-162.
[35] Sasongko. (2009). Konsep dan Teori Gender. Jakarta: BKKBN.
[36] Setiawan, G. (2004). Implementasi Kebijakan Publik: Konsep dan Aplikasi. Bandung: CV. Mandar Maju.
[37] Siti Erna Latifi Suryana. (2019). Manajemen Program Pembangunan. Bandung: Alfabeta. Srinivas, H. (2015). GDRC Framework for Gender Mainstreaming. Global Development Research Center, 1-20.
[38] Subandi. (2017). SDGs: Tantangan dan Peluang bagi Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 8(2), 67-82.
[39] Sudirman, F. A. (2022). Kesetaraan Gender dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs): Suatu Review Literatur Sistematis. Journal Publicuho, 5(3). https://journalpublicuho.uho.ac.id/index.php/journal/index
[40] Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
[41] Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
[42] Suharsimi Arikunto. (2016). Penilaian Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
[43] Sujarweni, V. W. (2014). Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
[44] Tahir, A. (2014). Kebijakan Publik dan Transparansi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Bandung: Alfabeta.
[45] Taufik & Isril. (2013). Implementasi Kebijakan Publik. Padang: Andalas University Press.
[46] Tri Astuti Handayani. (2016). Kesetaraan dan Keadilan Gender. Yogyakarta: Deepublish.
[47] Usman, N. (2002). Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum. Jakarta: Grasindo.
[48] Westra. (2019). Perencanaan dan Pengembangan Program. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
[49] Winarno, B. (2014). Kebijakan Publik: Teori, dan Proses Studi Kasus. Yogyakarta: CAPS.
[50] Winarno, B. (2019). Teori dan Proses Kebijakan Publik. Yogyakarta: Media Pressindo









