Dinamika Implementasi Kebijakan Pendidikan Gratis Pada Level Sekolah Menengah Atas Pertama Negeri Di Pulau Bengkalis
DOI:
https://doi.org/10.31849/vnm54w72Keywords:
pendidikan gratis, implementasi kebijakan, Pulau BengkalisAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika implementasi kebijakan pendidikan gratis pada tingkat Sekolah Menengah Atas Pertama Negeri di Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, dengan fokus pada faktor pendukung, penghambat, serta konsistensi pelaksanaannya di lapangan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah dokumen kebijakan. Teknik analisis yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan berlangsung cukup efektif ditandai dengan meningkatnya akses pendidikan dan berkurangnya beban biaya bagi siswa, namun dinamika pelaksanaan masih dipengaruhi oleh ketidaksesuaian alokasi anggaran, keterbatasan sarana pendukung, serta variasi kapasitas manajerial sekolah. Disimpulkan bahwa keberhasilan kebijakan sangat bergantung pada sinkronisasi regulasi, ketepatan pendanaan, dan penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan
References
[1] Bray, M. (2021). Education and inequality in policy implementation. Routledge.
[2] Bray, M. (2021). Shadow Education and Policy Dynamics in School Systems. Routledge.
[3] Febriany, V., dkk. (2024). The Use and Usefulness of School Grants (synthesis report on BOS). SMERU Research Institute.
[4] Field, J. (2020). Social Capital: Key Ideas. Routledge.
[5] Hood, C. (2020). The New Public Management in Retrospect. Oxford University Press.
[6] OECD. (2021). Education at a Glance 2021: OECD Indicators. OECD Publishing.
[7] Rosser, A., & Fahlevi, H. (2021). “Public Financial Management in Indonesian Schools: Accountability Challenges and Reform Dynamics.” Journal of Asian Public Policy, 14(3), 289–307.
[8] Lipsky, M. (2019). Street-Level Bureaucracy: Dilemmas of the Individual in Public Services. Russell Sage Foundation.
[9] OECD. (2023). Education at a Glance 2023: OECD Indicators. OECD Publishing.
[10] Sharma, R. (2022). Adaptive Governance and Public Sector Innovation. Palgrave Macmillan.
[11] Studi tentang keterlibatan orang tua dan pengaruhnya terhadap pendidikan (IJEEPA; International ARIPI; 2024–2025).
[12] Tan, C. (2022). Parental involvement and public education responsibility. Journal of Education Policy.
[13] Tan, C. (2022). “Parental Responsibility and Free Education Policies in Southeast Asia.” Compare: A Journal of Comparative and International Education, 52(5), 761–777.
[14] Umar, M., & Suhaimi. (2022). “Transparency and Parental Trust in School Financial Management.” International Journal of Educational Administration and Policy, 4(1), 15–27.
[15] UNESCO. (2021). Global Education Monitoring Report: Inclusion and Education. UNESCO.
[16] Weimer, D., & Vining, A. (2021). Policy Analysis: Concepts and Practice. Routledge.
[17] Weimer, D., & Vining, A. (2021). Policy Analysis: Concepts and Practice. Routledge.
World Bank. (2020). Improving Education Financing Mechanisms in Developing Countries. World Bank Publications.
[18] World Bank / IEP. (2024). Funding Indonesia’s Vision 2045 (Indonesia Economic Prospects). Dinas Pendidikan Provinsi Riau / Media Center. (2025). Penyaluran BOSDA dan BOSDA Afirmasi tahap I 2025.
[19] World Bank. (2020). The Learning Crisis: Rebuilding Quality Education. World Bank Publishing.
[20] World Bank. (2020). The Promise of Education in Indonesia (report).
[21] Yamada, K. (2020). “Parental Involvement and the Perception of State Responsibility in Basic Education.” Educational Studies, 46(4), 503–518









